Wednesday, April 11, 2018

Perbedaan Naksir, Suka, Kagum, Cinta, Terobsesi, Nafsu dan Tergila-Gila

Hayo, siapa diantara anda yang sedang jatuh cinta? Kira-kira anda benar-benar jatuh cinta, sekedar kagum, naksir, atau malah tergila-gila?

Nah, untuk mengetahui perasaan anda yang sebenarnya, anda bisa membaca artikel berikut ini, yaitu tentang Perbedaan Naksir, Suka, Kagum, Cinta, Terobsesi, Nafsu dan Tergila-Gila.

Naksir 

Naksir adalah kondisi ketika kita merasa tertarik kepada seseorang. Hanya saja, naksir sering dilalui saat kita mengalami cinta monyet. Naksir digolongkan ke dalam short-term feeling yang artinya sering enggak berlangsung lama.

Ciri-cirinya adalah merasa senang kalau punya kesamaan terhadap sesuatu. Gejalanya seringkali menulis puisi, cerpen, melukis atau selalu memikirkan orang itu. Pokoknya mau ngapa-ngapain ingetnya orang itu doang.

Suka

Sama seperti naksir, perasaan suka diawali dengan rasa tertarik pada seseorang. Dalam proses suka, kita sering mencari-cari kecocokan, karena di kondisi ini kita memikirkan seseorang tersebut punya potensi memiliki hubungan yang lebih dengan kita.

Lucunya, saat suka kita masih punya kemungkinan ilfil dengan target kita ini. Misalnya dia enggak sengaja kentut, terus bau banget dan kita jadi ilfil. Itu sering banget kejadian.

Sering telponan sama gebetan terus dia bilang, “Lo dulu aja yang nutup telepon.” Well, itu adalah salah satu tanda dia suka sama kita. He-he

Kagum

Kagum adalah perasaan positif dan enggak harus menuntut berlanjut ke perasaan cinta. Walaupun seringkali saat kita beneran cinta sama seseorang, kita akan melalui perasaan ini.

Saat kagum, kita merasa tertarik dengan orang tersebut dan seringkali menghabiskan waktu bersama. Kenangan-kenangan bersamanya selalu berkesan dan menempel di pikiran kita.

Bahkan saat seseorang enggak sengaja menyebut nama orang yang kita kagumi ini, kita langsung bisa mengingat kenangan-kenangan itu dan merasa senang.

Cinta 

Cinta adalah kondisi ketika kita benar-benar merasa menyayangi dengan perasaan tulus dan dalam. Mood kita akan sering berubah-ubah tapi perhatian yang kita berikan termasuk unconditional, alias tulus tanpa syarat.

Komunikasi yang kita lakukan dengan orang yang kita cintai ini lebih dari sekadar chattingan, tapi sudah berinteraksi dengan ngobrol langsung dan diskusi yang berisi.

Cinta juga enggak melulu harus dirasakan antara kita dengan gebetan atau pacar, tapi juga kepada orang tua dan keluarga yang cintanya terbukti tulus tanpa syarat.

Terobsesi

Terobsesi adalah kondisi saat pikiran kita hanya dipenuhi oleh orang ini. Kita bakal berupaya untuk memenangkan perhatiannya dengan cara apapun. Mulai dari nge-chat tiada henti setiap harinya, telepon, hingga terus-terus nge-mention dia lewat media sosial.

Saat terobsesi dengan seseorang, kita juga jadi cenderung mengontrol dan memberi tekanan terhadap hidup mereka serta bakal ketakutan kalau lepas kontrol dari orang tersebut.

Ada perbedaan mendasar antara cinta dan obsesi. Saat kita mencintai seseorang, kita selalu ingin memberi dan membuat orang yang kamu cintai bahagia. Tapi jika perasaanmu itu hanya berupa rasa ingin memiliki yang sangat kuat sampai kamu rela melakukan apa saja untuk bisa memilikinya, itu adalah obsesi. Cinta memang perlu diperjuangkan. Tapi selalu ada batasnya.

Seperti kata syair-syair pujangga, cinta tak selalu harus memiliki. Cinta bisa terjadi dan terus ada, meski kamu hanya bisa menatapnya diam-diam dari jauh. Berbeda dengan obsesi, perasaanmu padanya semata-mata hanya ingin memiliki. Rasa ingin memiliki itu tidak ada batasnya, sebelum kamu benar-bena mendapatkannya, meski itu dengan cara-cara yang negatif.

Nafsu 

Nafsu adalah kondisi saat seseorang menginginkan hasrat dalam hal seksual. Saat berkomunikasi, seringkali diisi dengan chat yang sangat flirty.

Kondisi nafsu hanya dipenuhi dengan keinginan untuk berinteraksi secara fisik saja, sementara seseorang dengan kondisi ini bakal ketakukan kalau beneran memiliki perasaan suka.

Tergila-gila (infatuation)

Infatuation atau perasaan tergila-gila memiliki kondisi yang hampir sama seperti saat kita naksir seseorang. Bisa dibilang infatuation adalah perasaan naksir yang sudah memuncak. Kita selalu pengin terus menghabiskan waktu dengan orang tersebut dan merasa nyaman kalau dia ada di sekitar kita.

Hanya saja, dalam tahap infatuation kita tidak bisa memutuskan untuk beneran menyayangi orang tersebut dan terus-terusan bimbang untuk berkomitmen. Seiring berjalannya waktu, pada akhirnya infatuation bakal luntur dengan sendirinya bersamaan dengan hilangnya rasa tertarik kita pada orang tersebut.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts