Wednesday, September 29, 2010

Cara Memberikan Pendidikan Seks Kepada Anak

Cara Memberikan Pendidikan Seks Kepada Anak.
Geniuslifetips menyajikan aneka Tips Keluarga. Dalam sebuah keluarga, peranan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak sangat mempengaruhi perkembangan anak hingga masa depannya nanti.

Begitu pula sebagai orang yang lebih muda sudah selayaknya menghormati dan menghargai yang lebih tua. Dalam hal ini melatih kesabaran adalah hal yang sangat penting saat menghadapi masalah baik dengan orang yang lebih tua, maupun saat kita mencoba memecahkan masalah yang berkaitan dengan anak-anak kita.

Dan jangan lupa bahwa kita adalah teladan bagi anak-anak kita. Hendaknya kita selalu  berhati-hati dalam bersikap dan mengambil tindakan, jangan sampai anak kita meniru hal-hal negatif yang kita lakukan.

Usahakan untuk selalu memberikan yang terbaik buat keluarga. Perhatian dan pengorbanan yang kita lakukan dengan ikhlas, niscaya dicatat sebagai amal dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Yang terpenting bagi kita adalah, bahwa kita tidak saja ingin dipahami, tetapi ada baiknya mencoba untuk mengerti dengan apa yang dibutuhkan oleh keluarga. Dengan berhati-hati dan memikirkan dengan sungguh-sungguh apa yang akan kita sampaikan dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan keluarga, semoga Allah SWT senantiasa memberikan jalan dan kemudahan bagi kita.

Tema kali ini adalah bagaimana Cara Memberikan Pendidikan Seks Kepada Anak?

Berikut ini beberapa tahapan umur dan cara memberikan pendidikan seks sesuai dengan tingkat usia anak :

* Balita (1-5 tahun)
Pada usia ini, Anda bisa mulai menanamkan pendidikan seks. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mulai memperkenalkan kepada si kecil organ-organ seks miliknya secara singkat. Tidak perlu memberi penjelasan detail karena rentang waktu atensi anak biasanya pendek.
Misalnya saat memandikan si kecil, Anda bisa memberitahu berbagai organ tubuh anak, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, dan jangan lupa penis dan vagina atau vulva. Lalu terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya jika si kecil memiliki adik yang berlawanan jenis.
Selain itu, tandaskan juga bahwa alat kelamin tersebut tidak boleh dipertontonkan dengan sembarangan, dan terangkan juga jika ada yang menyentuhnya tanpa diketahui orang tua, maka si kecil harus berteriak keras-keras dan melapor kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak Anda bisa dilindungi terhadap maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual terhadap anak.

* Usia 3-10 tahun
Pada usia ini, anak biasanya mulai aktif bertanya tentang seks. Misalnya anak akan bertanya dari mana ia berasal. Atau pertanyaan yang umum seperti bagaimana asal-usul bayi. Jawaban-jawaban yang sederhana dan terus terang biasanya efektif.
Contoh #1: "Bayi berasal dari mana?" Anda bisa menjawab dari perut ibu. Atau Anda bisa tunjukkan seorang ibu yang sedang hamil dan menunjukkan lokasi bayi di perut ibu tersebut.
Contoh #2: "Bagaimana bayi keluar dari perut Ibu?" Anda bisa menjawab bayi keluar dari lubang vagina atau vulva supaya bisa keluar dari perut ibu.
Contoh #3: "Mengapa bayi bisa ada di perut?" Anda bisa menjawab bahwa bayi di perut ibu karena ada benih yang diberikan oleh ayah kepada ibu. Caranya adalah ayah memasukkan benih tersebut menggunakan penis dan melalui vagina dari ibu. Itu yang dinamakan hubungan seks, dan itu hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah menikah.

* Usia Menjelang Remaja
Saat anak semakin berkembang, mulai saatnya Anda menerangkan mengenai haid, mimpi basah, dan juga perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada seorang remaja. Anda bisa terangkan bahwa si gadis kecil akan mengalami perubahan bentuk payudara, atau terangkan akan adanya tumbuh bulu-bulu di sekitar alat kelaminnya.

* Usia Remaja
Pada saat ini, seorang remaja akan mengalami banyak perubahan secara seksual. Anda perlu lebih intensif menanamkan nilai moral yang baik kepadanya. Berikan penjelasan mengenai kerugian seks bebas seperti penyakit yang ditularkan dan akibat-akibat secara emosi.

Menurut penelitian, pendidikan seks sejak dini akan menghindari kehamilan di luar pernikahan saat anak-anak bertumbuh menjadi remaja dan saat dewasa kelak. Tidak perlu tabu membicarakan seks dalam keluarga. Karena anak Anda perlu mendapatkan informasi yang tepat dari orang tuanya, bukan dari orang lain tentang seks.

Karena rasa ingin tahu yang besar, jika anak tidak dibekali pendidikan seks, maka anak tersebut akan mencari jawaban dari orang lain, dan akan lebih menakutkan jika informasi seks didapatkan dari teman sebaya atau Internet yang informasinya bisa jadi salah. Karena itu, lindungi anak-anak Anda sejak dini dengan membekali mereka pendidikan mengenai seks dengan cara yang tepat.

15 comments:

  1. ternyata begini toh caranya memberikan pendidikan seks pada anak... ;D
    ane coba deh, tapi klo ane uda kawin... :D

    nice info sob, http://tryflick.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. WAAAHH ARTIKELNYA KEREN2 ... NUMPANG BACA YACH,,??

    ReplyDelete
  3. wah info nya keren, baru tau ada buku pendidikan seks kayak gini, nice artikel :D

    ReplyDelete
  4. Wow... ini penting bagi para ibu/bapak muda atau calon mempelai. Siiiip...jooosssss; Salam kiss dan kebersamaan..

    ReplyDelete
  5. sayangnya gw blon punya moniq.. hix..hix..

    ReplyDelete
  6. Info yang menarik dan sangat berguna kawan. Terimakasih atas LINK-nya bisa nambah pengetahuan nich.

    ReplyDelete
  7. Nice post because education sex is important for future

    ReplyDelete
  8. makasih banyak atas infonya. www.spgumbrella.com

    ReplyDelete
  9. Hilangkan image negative tentang sex education

    ReplyDelete
  10. Artikelnya sangat bermanfaat :)
    Orang tua jangan malu lagi memberikan pendidikan seks kepada anak, yang penting kan penjelasannya disesuaikan dengan perkembangan
    umurnya...

    ReplyDelete
  11. Tapi selama sex masih menjadi hal yang tabu, ya tetap saja kontruksi budaya demikian akan menyebabkan pendidikan sex menjadi dari orang tua kepada anak canggung pula.

    ReplyDelete
  12. hehehe itu seharusnya kalo secara tahap... tapi anak-anak jaman sekarang belum waktunya dikasih tau ehhh dia udah tau duluannn.. ^_^ nice info sob

    ReplyDelete